Aku berjalan mengelilingi taman.
Langit kembali terang.
Aku masih disana. Melakukan hal yang sama.
Langit kembali gelap.
Lampu-lampu taman bernyanyi..
“everything will flow”
Pagi menjelang. Matahari kembali bersinar.
Langkahku mulai sedikit melemah.
Disini, ditempatku memulainya.
Ahh, aku tidak sendiri.
Mereka melakukan hal yang sama.
Seorang pria berkulit cokelat bahkan sambil memanggul sebuah batu besar.
Tapi langkahnya ringan.
Kakinya menari-nari di udara.
Lihat..aku tidak sendiri..
Perempuan cantik itu pun sama saja.
Wajahnya lesu, ada bekas air mata yang mengering di pipinya.
“aku lelah” teriaknya..
Anak muda di depanku mengeluh.
“Kenapa?” Tanyanya.
Tiada yang menjawab.
Bahkan semua seakan tidak mendengar.
Mungkin Tuhan pun tidak.
Tiada yang membuat kami berhenti.
Tiada satu kondisipun yang membuatnya.
Semua seakan seperti ini.
Seperti bumi yang berputar.
Seperti planet yang berporos pada matahari.
Seperti apa yang aku lakukan saat ini. Kemarin dan esok.
7/15/2011
Bianglala; renungan personal
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment