Oh..indahnya
Oh..besarnya papan-papan dan spanduk-spanduk kain yang menjadikan
Oh..menariknya para bidadari dan pangeran yang terpampang dari hasil proses seleksi. Putih, cokelat, hitam, biru, merah, kuning, hijau, ungu, dan banyak warna lainnya. Putih untuk menggambarkan putih, emas untuk menggambarkan emas, hitam untuk menggambarkan hitam, hijau untuk menggambarkan hijau, kuning untuk menggambarkan hijau. Pose-pose menarik dari berbagai sudut pengambilan gambar, berdiri, duduk, tersenyum, mengajak menjadi sepertinya.
Oh..indahnya setiap rangkaian kata dengan ukuran-ukurannya yang besar dan cantik. Berbicara, mengajak berkomunikasi, menginformasikan, dan yang menjadi lawan bicaranya menuju tempat berbeda untuk melanjutkan komunikasinya. Dan tak lama terjadi pembicaraan indah diselingi akumulatif nilai. Disana, masih disitu, ada angka-angka dalam format rupiah, bahkan barang-barang komoditi yang dijanjikan gratis kepada mereka yang setia berinteraksi. Interaksi dalam pasar, pembeli dan penjual. Gratis segratis nota yang diberikan setelah melakukan transaksi tunai.
Dulu, semasa aku masih berada di bangku sekolah, temanku adalah seorang yang aktif dalam kepengurusan osis, khususnya sebagai pengurus mading. Cukup banyak dalam satu minggu dia mendapatkan kertas-kertas penuh tulisan maupun gambar. Di hari terakhir sekolah dalam satu minggu, dia selalu sibuk memilah apa yang akan dia tempelkan di mading sekolah. Tentunya apa yang hendak ditempelkan harus memiliki tujuan, tujuan yang sudah ditentukan, penuh dengan pesan moral, pengetahuan positif, dan jauh dari pembangkangan. Dan tentu saja semua telah diatur dalam sistem yang telah mapan dan mengatur agar sistem tersebut selalu mapan.
No comments:
Post a Comment